Bekerja dan Berbisnis sama Allah

image

Bismillahirrahmanirrahim

Pagi ini kita akan membahas bagaimana sih kita bisa bekerja sama Allah dan berbisnis juga bersama dengan Allah. Tentu teman semua ada yang bingung dan bertanya bagaimana caranya. Caranya cukup sederhana dan simpel sekali yaitu dengan IBADAH menyeru panggilan Allah.

Baik disini kita akan membahas apakah kita sudah termasuk dalam pekerja yang bekerja dengan Allah. Kita lihat apakah pekerjaan kita justru membuat kita semakin dekat dengan Allah. Ketika adzan berkumandang disaat aktifitas dan kesibukan pekerjaan, kita langsung meninggalkan segala tugas pekerjaan kita dan langsung bergegas menuju masjid melaksanakan sholat berjamaah. Kalau sudah begitu kebiasaannya selamat kita sudah termasuk golongan yang bekerja dengan Allah. Karena waktu bekerja sama dengan waktu ibadah. maka waktu ibadah pun sama juga dengan waktu bekerja tapi kita bekerjanya langsung sama Allah yang Maha Kaya dan Maha Memberi Rezeki. Hebat bukan, bahkan bisa juga dikatakan waktu pekerjaan ialah waktu selingan untuk menunggu waktu ibadah atau sholat, Subhanallah.

Tetapi berbeda apabila mereka yang bekerja justru meninggalkan perintah Allah, maka ia termasuk golongan orang yang tidak bersyukur atas nikmat & karunia yang Allah berikan. Sebenarnya siapa yang memberi kita pekerjaan ? Yang memberi kita rezeki ? Bukankah Allah yang Maha Memiliki segala sesuatu dan Mengatur segala urusan didalamnya. Jikalau kita bekerja justru kita jauh dari Allah tidak pernah sholat apalagi ditambah dengan maksiat, bersiap-siaplah hidup kita bakal sulit, sengsara, tidak tenang dan gelisah. Sehingga seberapa besar gaji atau penghasilan yang kita dapatpun cepat habis, tidak terasa dan tidak tersisa, karena tidak ada keberkahan didalamnya.

Bagaimana dengan seorang pebisnis ? Sudahkah kita seorang pedagang atau pebisnis sudah termasuk golongan pebisnis yang berbisnis dengan Allah. Diri kita lah yang dapat menjawabnya. Andaikan bisnis yang kita bangun juga membuat kita jauh dari Allah menghalangi kita untuk menyeru panggilan Allah maka tinggalkanlah, kalau bisnis yang kita bangun membuat orang tua sedih dan kecewa lantaran kita sebagai anak jadi sombong dan tidak bisa membahagiakannya maka tinggalkanlah, kalau bisnis yang kita bangun membuat istri dan anak-anak kitapun kecewa karena kurang adanya waktu kita untuk bersama mereka karena faktor kesibukan berbisnis maka tinggalkanlah.

Berbisnislah yang mendapatkan keridhoan Allah, orang tua, istri dan anak-anak atau keluarga. Maka disitulah keberkahan rezeki yang Allah berikan akan terus kita dapatkan. Tidak masalah kecil atau besar keuntungan yang kita dapat, bila cara kita mendapatkan keuntungan tersebut dengan cara yang halal dan membuat kita selalu ingat dengan Allah. Maka rezeki atau uang yang kita dapatkan pun akan terasa kenikmatannya, bisa mencukupi kebutuhan hidup baik untuk diri sendiri juga keluarga.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. [QS. fatir 29]

Iklan

Tentang gustirandy

enjoy every second of time and have fun
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s